Just another WordPress.com site

>Islam Akan Menjadi Agama No.1 Di Seluruh Eropa

Apakah mungkin Eropa – satu benua dengan mayoritas orang Kristen – akan berubah menjadi negara Islam dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun mendatang? Untuk sekarang, skenario ini sepertinya tidak mungkin karena Eropa memiliki sejarah yang kaya yang tertanam dengan ke Kristenan, dan orang Muslim mewakili hanya 5 persen dari seluruh populasi benua Eropa. Meskipun begitu, Kolonel Muammar Gaddafi dari Libya berpikir sebaliknya. Dalam kunjungannya baru-baru ini ke Italiy, Kolonel Muammar Gaddafi menyatakan bahwa Eropa akan menjadi benua orang Muslim dan “Islam semestinya menjadi agama bagi seluruh Eropa”.


Tren menunjukan Eropa sebagai Negara Islam

Pernyataan Kolonel Muammar Gaddafi disambut dengan sanggahan sengit dan cepat. Uskup Agung Robert Sarah, Sekretaris Jemaat Vatikan untuk Penginjilan berkata, “Berbicara tentang orang-orang Eropa berubah menjadi pemeluk agama Islam tidaklah masuk akal, karena orang-orang itu sendiri yang dengan sadar memutuskan untuk menjadi orang Kristen, Muslim ataupun untuk mengikuti agama lainnya.”

Sementara banyak orang Eropa yang juga menolak komentar Kolonel Muammar Gaddafi sebagai sembrono, media melaporkan bahwa tingkat imigrasi Muslim ke Eropa memang bertambah cepat, terutama di Inggris, Belanda, dan Spanyol. Pusat Penelitian Pew melaporkan hasil penelitian mereka bahwa Islam sudah menjadi agama yang tercepat pertumbuhannya di Eropa. Sejumlah penelitian menunjukkan tren jangka panjang yang mendukung laju penyebaran dan tingkat pertumbuhan Islam yang lebih tinggi lagi di Eropa.

Pertama, orang Eropa yang modern secara rohani apatis setelah mengadopsi sikap “ketidakpedulian terhadap agama, terutama dari berbagai agama Kristen”, dan ini membuat suatu “kekosongan rohani yang besar”.

Kedua, banyak orang Eropa tidak melihat makna di masa depan untuk ingin memulai keluarga mereka sendiri. Ini tercermin dari rendahnya angka kelahiran di antara Eropa Barat; tingkat kelahiran yang begitu rendah yang tidak mungkin bagi penduduk asli menggantikan mereka sendiri. Untungnya untuk negara-negara ini, kekurangan dalam tingkat kelahiran dapat ditambahkan oleh imigran Muslim – yang sebagian besar dari negara-negara Maghreb – yang dengan senang hati mau menglahirkan anak, sering kali dengan angka kelahiran yang dua kali atau tiga kali dari mereka yang penduduk asli Eropa. Ini berarti ada rata-rata 3 atau 4 anak-anak didalam keluarga Muslim umumnya di Eropa. Lebih menarik lagi, beberapa kota besar di Eropa seperti Amsterdam, Brussels dan Marseilles – sudah di Islamkan dan di transformasikan oleh imigran Muslim yang mana sudah memenuhi seperempat dari jumlah penduduk di kota-kota tersebut.

Tambah besarkan keluarga orang Eropa yang kian menyusut

Untuk menghentikan “PengIslaman” di Eropa, pejabat senior Vatikan menyarankan agar keluarga Kristen di Eropa memiliki lebih banyak anak. Menurut pejabat Vatikan tersebut, banyak orang Kristen di Eropa gagal untuk dalam menjalankan hidup sesuai dengan kepercayaan ke Kristenan mereka dan menciptakan suatu”kekosongan agama”yang mana sekarang ini di dipenuhi oleh Islam.

Kekhawatiran dengan gelombang “perubahan yang mengganggu” apa yang akan terjadi dengan adanya pergeseran demografik, Pastor Piero Gheddo dari Lembaga Kepausan Vatikan untuk misi luar negeri berkata; “Sudah pasti dari sisi pandang demografik, yang sudah jelas bagi semua orang bahwa orang Italy akan berkurang sekitar 120,000 atau 130,000 jiwa per tahunnya karena adanya aborsi dan keluarga-keluarga yang hancur – sementara di antara lebih dari 200,000 imigran yang resmi per tahunnya di Italy, lebih dari setengahnya adalah Muslim dan keluarga-keluarga Muslim, yang mana tingkat pertumbuhannya jauh lebih tinggi.”

Pastor Piero Gheddo menambahkan, “Jika kita menganggap diri kita sendiri sebagai Negara Kristen, kita harus kembali kepada praktek kehidupan ke Kristenan, yang mana juga akan memecahkan masalah kurangnya angka kelahiran”

Pikirkan Itu

Apakah Kolonel Muammar Ghaddafi benar degan mengatakan Eropa akan berubah menjadi Negara Islam? Mengapa banyak orang Eropa yang menjadi apatis terhadap agama Kristen – Judeo, yang mana membuat kekosongan rohani yang besar? Bisakah Kota Vatikan memutar balikkan tren ini?


sumber : www.abigmessage.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: